Tentang forex dan stock index
Kami yakin anda yang membuka bagian ini adalah orang-orang baru di dunia forex atau stock index, mungkin anda mengetahuinya dari iklan di media cetak, website, dari teman anda, atau bahkan dari agent kami yang pernah menemui anda.
Forex dan stock index sudah merupakan hal yang umum dan sering kita dengar di dunia pasar uang, tetapi masih ada orang-orang yang belum mengerti benar mengenai transaksi forex & stock index tersebut, bagaimana cara memulainya, mekanisme transaksi, deposit jaminan/ margin, menarik profit, manajemen resikonya dan lain lain.
Transaksi deraivative market ini semakin merebak dengan adanya sarana online trading, dimana para pelakunya dapat melakukan transaksinya sendiri, bahkan bisa berlatih untuk meningkatkan kemampuannya dalam bertransaksi dengan demo account yang disediakan secara gratis.
Forex dan stock index disebut juga sebagai derivative market, disebut derivative market karena yang diperdagangkan di market ini adalah non fisik / selisih harga dari pergerakan market yang terjadi, sehingga untuk masuk market ini diperlukan margin atau jaminan uang untuk tiap unitnya, tiap unit kita sebut lot, berbeda dengan bursa efek, derivative market ini bernaung di bawah Bursa Berjangka Jakarta, dan untuk mengenal lebih jauh tentang mekanisme taransaksi derivative market ini kami akan ulas dasar-dasar dan mekanisme transaksi forex dan stock index.
Karena banyaknya permintaan baik individu maupun corporate yang ingin mengetahui lebih jauh tentang forex dan stock index ini, maka kami akan ulas sedikit tentang mekanisme derivative market ini sekaligus merespon kebutuhan para pelakunya dengan memfasilitasi serta kemudahan dalam melakukan transaksi derivative market ini.
Two way opportunity dalam bertransaksi di derivative market
Apa itu two way opportunity? Two way opportunity adalah peluang dua arah dalam transaksi di derivative market, peluang dua arah ini adalah cara untuk memasuki marketnya, baik ketika bullish market ( market ketika naik ) maupun bearish market ( ketika market turun ).
Open Buy New Position (transaksi beli) adalah cara masuk market ketika market sedang bullish / naik, ketika kita masuk market dengan cara ini, kita memprediksikan market akan bergerak naik, dan bila sudah mendapatkan profit kita bisa tutup transaksi ini dengan Close Sell Liquidation.
Open Sell New Position adalah cara masuk market ketika market sedang bearish / turun, ketika kita masuk market dengan cara ini, kita memprediksikan market akan bergerak turun, dan bila sudah mendapatkan profit kita bisa tutup transaksi ini dengan Close Buy Liquidation.
Formula perhitungan profit / loss
Berikut adalah rumus baku cara menghitung untung atau rugi dari transaksi yang terjadi:
Gross P/L=(Sell – Buy)* Contract Size * total lot
Sell = harga jual
Buy = harga beli
Contract size = nilai kontrak / nilai uang dari satu point yang didapat.
Total lot adalah jumlah unit ketika kita memasuki market
Unit lot disini berbeda dengan saham, sebab di saham 1 lot = 500 lembar sahan, sementara di derivative market 1 lot = sejumlah uang / margin yang harus dijaminkan, besar uangnya berbeda beda, tergantung item apa yang kita ambil ( lihat tabel trading rule)
Intinya prinsip dasar perdagangan yang umum masih kita pergunakan yaitu harga beli itu harus di bawah harga jual, tinggal posisi apa yang kita ambil, posisi beli artinya kita memprediksi market akan naik, atau posisi jual yang artinya kita memprediksi market akan turun, sehingga kita bisa dapat selisih harga yang positif untuk mendapatkan keuntungan.
Setelah mengetahui cara masuk market dan posisi yang kita ambil di derivative market ini maka Berikut kami ulas sedikit tentang apa itu forex dan apa itu stock index secara terpisah.
MANAGEMENT RESIKO DAN KEUANGAN
Banyak orang beranggapan bahwa untuk meminimalkan kerugian di bisnis ini adalah memulainya dengan modal yang minimal, padahal modal awal ini sangat menentukan sukses tidaknya trading anda kelak di kemudian hari. Investor pemula beranggapan memulai trading dengan modal yang minimal akan membantu untuk lebih memahami sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar, namun secara tidak sadar perbedaan modal awal inilah yang menjadikan mereka tidak berhasil di bisnis ini selamanya.
Kelihatannya merupakan hal bodoh untuk menyimpan dana yang begitu besar untuk investasi yang baru saja dikenal, tapi jangan salah tangkap dan mencap jelek terlebih dulu bisnis ini, forex index trading ini sangatlah berbeda dengan bentuk investasi lain yang anda kenal, dalam bertransaksi investor berperan aktif dalam menentukan keputusan investasinya sendiri secara langsung, singkatnya investor dapat memutuskan kapan hendak mengambil posisi beli / jual, mengambil profit serta membatasi kerugian yang terjadi . Setiap investor yang melakukan transaksi di forex index ini bukan berarti meresikokan seluruh uangnya dalam satu kali transaksi, anda dapat membatasi resiko yang terjadi sehingga anda tidak akan kehilangan seluruh investasi anda.
Stop loss dan limit
Sama seperti bisnis lainnya dalam bertransaksi di derivative market ini ada potensi loss atau resiko kerugian, tapi yang istimewa dari bisnis ini adalah resiko atau kerugian tersebut dapat diset sejak awal, tergantung seberapa besar investor siap untuk meresikokan investasinya, sehingga investor bisa melihat resiko terburuk yang akan dihadapi jika anda join di bisnis ini, dengan kata lain kita membatasi kerugian yang terjadi. Karena keterbatasan kita sebagai manusia, kita tidak mungkin memantau transaksi kita 24 jam nonstop, kita bisa menerapkan Stop Loss ( pembatasan kerugian ) dan Limit ( target keuntungan yang akan diambil ).
Averaging
Adalah salah satu risk management ketika kita telah masuk di market tapi pergerakan market itu berlawanan dari posisi yang sudah ada serta membuka posisi baru yang searah dengan posisi sebelumnya yang sudah ada di market, dengan asumsi market akan kembali ke posisi sebelumnya bahkan lebih
Switching
Adalah salah satu risk management yang dapat kita terapkan dengan cara “balik badan” atau cut loss / membuang posisi yang sudah ada dan mengalami kerugian, serta langsung memasuki market dengan posisi yang baru yang searah dengan pergerakan harga yang terjadi
Forex
Di dunia perbankan, forex merupakan salah satu sumber penghasilan dibawah divisi treasury yang sudah berjalan lama, khususnya bagi bank yang telah mendapatkan predikat sebagai bank devisa.
Forex ini sendiri merupakan singkatan dari Forein Exchange / perdagangan valuta asing. Apa bedanya dengan money changer? Mirip tapi tidak sama, karena yang diperdagangkan di forex ini adalah nilainya / selisih harganya saja dan tidak ada fisiknya, yang dicatat adalasementara di money changer yang diperdagangkan adalah fisik ( bank notes ).Keuntungan yang kita dapatkan dari transaksi forex ini adalah dari selisih harga jual dan harga beli yang kita dapatkan.
Kita bisa ambil contoh sederhana dari perdagangan forex di money changer seperti berikut : Mr X membeli USD sebanyak $ 5.000,- dengan kurs beli Rp. 9.000,- lalu setelah beberapa saat nilai tukar USD menguat menjadi Rp. 9.500,-/ USD, maka jika Mr X menjual bank notes USD nya di harga tersebut, maka MR X mendapat keuntungan sebesar (9.500 – 9.000) x 5000 = Rp.2.500.000,-
Lalu apa bedanya dengan transaksi forex di derivative market? Mirip itu tidak sama, dalam transaksi forex di money changer seperti contoh diatas ada penyerahan fisiknya berupa bank notes, sedangkan transaksi forex di derivative market tidak ada penyerahan fisik. Hanya kontrak harga saja dan posisi apa yang kita ambil ( Open Buy / open Sell ). Dari segi keuangan pun berbeda,pada transaksi forex di money changer uang yang kita keluarkan akan lebih besar dibandingkan dengan transaksi di derivative market, dimana hanya diperlukan margin / jaminan sebesar USD 1.000,-/ lot untuk nilai kontrak sebesar 100.000 mata uang atau hanya 1% dari nilai kontraknya, oleh karena itu perdagangan ini disebut juga sebagai margin trading .
Dalam instrument investasi pasar uang, forex trading merupakan instrument yang paling besar kapitalnya, sekitar USD 2 triliun !! itu sebesar 45 kali lebih besar dibanding bursa komoditi berjangka ( kopi , emas, gula dll ) atau ribuan kali lebih besar dari transaksi di Bursa Efek Jakarta, oleh karena itu perdagangan forex ini disebut salah satu transaksi yang paling liquid dan terbesar di dunia. Kelebihan lain dari perdagangan forex ini adalah jam transaksi yang paling panjang, hampir 24 jam sehari 5 hari dalam seminggu. Meliputi market Eropa, Amerika, Australia, Asia.
Yang biasa diperdagangkan di sini adalah 5 mata uang utama dunia terhadap mata uang USD yaitu : Euro, Poundsterling, Australian Dollar, Swiss Franc, dan Yen.
Contoh mengapa lebih mudah bertransaksi dengan margin trading di derivative market ini dibandingkan dengan spot market.
Misalnya kita mau mengambil keuntungan dari investasi dalam bentuk emas batangan, jika kita mau membeli emas seberat 1 Kg, uang yang kita keluarkan adalah 1:1, artinya kita harus membayar sejumlah 1000 gram emas x harga pergramnya, contoh 1 gram = Rp. 150.000,- jadi uang yang dikeluarkan 1000 gram x Rp. 150.000 = Rp 150.000.000,-
Berbeda dalam margin trading derivative market / perdagangan forex, contoh nya jika kita mau membeli GBP/USD sebanyak 1 lot, nilai kontrak dari GBP/USD ini adalah 100.000 GBP, dan kita hanya perlu memberikan jaminan sebesar USD 1.000,- jadi untuk transaksi sebesar 100.000 GBP uang yang kita keluarkan hanya sebesar Rp. 6.000.000,- ( rate Rp 6.000,-)
Contoh perhitungan untung/rugi :
Mr X memprediksikan bahwa GBP akan menguat terhadap USD, sehingga dia membeli (Open Buy New Position ) 1 lot GBP di harga 2.0200, kemudian pada hari yang sama harga bergerak ke 2.0300, dan Mr X meliquidasi posisinya ( Close Sell Liquid) untuk mengambil keuntungan (take profit), keuntungan yang didapat adalah sebesar:
Gross P/L = (Sell – Buy)* Contract Size * total lot
=(2.0300 – 2.0200) * 100.000 * 1 lot
=0.01 * 100.000 * 1 lot
= $ 1.000,-
Karena forex menggunakan fixed rate Rp. 6.000,- maka dia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 6.000.000,- ( Gross Profit ), nett profit adalah jika gross profit sudah dipotong biaya komisi.
TRADE TABEL FOREX ( LIHAT LAMPIRAN TRADING RULE )
STOCK INDEX
Pada bagian ini kami akan ulas sedikit tentang Stock Index atau biasa disebut juga sebagai Index Harga Saham Gabungan. Pada umumnya orang lebih mengenal transaksi saham daripada transaksi stock index tersebut. Pada dasarnya transaksi margin trading di stock index ini sama dengan transaksi margin trading di forex hanya saja yang berbeda adalah spesifikasi kontrak dan besar margin / jaminannya saja. Stock index disebut juga sebagai indikator pasar saham secara gabungan yang mencatat perubahan sebagian atau seluruh saham yang diperdagangkan di suatu bursa di suatu negara. Atau dengan kata lain Stock Index merupakan rata-rata dari gabungan beberapa saham-saham blue chip di suatu bursa pada suatu negara berdasarkan kapitalisasi marketnya/ kontribusi terhadap market secara keseluruhan di negara tersebut. Contoh Stock Index antara lain Dow Jones Industrial Average (DJIA 30) Amerika, Index LQ 45 Indonesia, Hang Seng 33 Hong Kong, Nikkei 225 Jepang, Kospi 200 Korea. Saat ini yang diperdagangkan oleh PT BIG Futures adalah market Hongkong, Jepang , dan Korea. Alasan PT BIG Futures menggunakan market itu adalah karena market tersebut memiliki range pergerakan yang sangat aktif setiap harinya yaitu 100 – 300 point setiap harinya. Dengan demikian kita bisa mendapatkan selisih harga dari pergerakan tersebut dengan waktu yang relatif singkat. Selain itu adalah jam transaksi yang tidak berbeda jauh dengan jam kerja di Indonesia, sehingga kita tidak mengalami kesulitan untuk bertransaksi.
Contoh komponen pembentuk Hang Seng Index 33 ( LIhat hangseng constituent )
Dengan demikian tidak seperti transaksi saham, yang mana kita harus pelajari kebijakan perusahaan tersebut secara individual, laporan keuangannya dan lain lain, dalam bertransaksi di Stock Index ini yang kita perlu pelajari dan amati dalam pengambilan keputusan transaksi adalah hal hal yang lebih global dan fundamental dari negara tersebut, contohnya neraca perdagangan negara yang bersangkutan.
Cara masuk market Stock Index ini sama dengan forex, memiliki peluang dua arah / two way opportunity. Yang membedakan adalah spesifikasi kontraknya ( lihat lampiran trading rule index).
Contoh perhitungan untung rugi:
Mr X memprediksi index Hangseng akan naik sehingga dia melakukan pembelian ( Open Buy New Position) di harga 23.000, beberapa saat kemudian di hari yang sama dia melakukan take profit ( Close Sell Liquidation ) di harga 23.100, keuntungan yang didapat oleh Mr X dari transaksi di index Hang Seng adalah sebesar :
Gross P/L = (Sell – Buy)* Contract Size * total lot
= (23.100-23.000) * $5 * 1 lot
= 100 points * $5 * 1 lot
= $ 500,-
Karena Stock Index menggunakan fixed rate Rp. 10.000,- maka Mr X mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 5.000.000,- ( Gross Profit ), nett profit adalah jika gross profit sudah dipotong biaya komisi. |